Ini Khusus untuk Swing Voters

(Yang sudah punya pilihan sebaiknya tidak baca) 

Indonesia bukan cuma seukuran Waduk Ria Rio, ditambah Waduk Pluit, ditambah Pasar Tanah Abang, atau seluruh DKI Jakarta sekalipun, ditambah Solo, Surabaya, Bandung, seluruh Jawa Tengah…. Tidak hanya itu. Yah, Indonesia amat sangat luas.

Indonesia tidak mungkin bisa dikelola hanya oleh seorang manusia gagah perkasa, sakti mandraguna, berotot kawat bertulang besi, bisa bergerak lebih cepat dari bayangan, bisa melompat layang seperti spiderman, bisa terbang seperti batman, super kebetulan seperti McGyver, dan seterusnya. Sebab, manusia seperti itu hanya ada dalam dunia fiksi.

Tapi, di dalam dunia nyata, Indonesia tidak miskin kisah-kisah patriotik. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Keerom Yusuf Wally, Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung, Wali Kota Sawahlunto Amran Nur, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Bupati Wonosobo Abdul Kholiq Arif, Wali Kota Banjar Herman Sutrisno, Walikota Bandung Ridwan Kamil, adalah sebagian dari kisah-kisah patriotik itu.

Kisah-kisah mereka sama sekali bukan kisah tentang kedigdayaan seorang pendekar serba bisa. Kisah-kisah mereka adalah kisah kesungguhan bekerja dengan dukungan dan restu rakyat, dengan dukungan orang-orang yang mampu dan mau membantunya bekerja. Jelas bukan dukungan gerombolan orang yang hanya berhimpun dengan nafsu mengejar kue jabatan, atau orang-orang yang menitipkan dana kampanye miliaran rupiah untuk mendapat imbalan lebih besar dalam pengelolaan uang pemerintah.

Ini soal memilih presiden dunia nyata, bukan memilih Spiderman, McGyver atau Terminator. Ini soal memilih orang yang bisa merencanakan pekerjaan untuk kemaslahatan masa depan bangsa, mau dan mampu mengerjakannya, dikelilingi orang-orang yang mau dan mampu bekerja. Karena itu, jangan pernah meremehkan “hanya” seorang Walikota Bandung. Jangan pernah meremehkan “hanya“ seorang Walikota Surabaya. Jangan pernah meremehkan “hanya” seorang Bupati Wonsobo, Bupati Kubu Raya, Walikota Banjar dan seterusnya. Mereka-mereka, manusia-manusia dha’if yang tidak sempurna itu telah terbukti menjadi tumpuan harapan bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dalam konteks ini, yang juga patut diapresiasi adalah sikap para swing voters. Karena belum punya pilihan, maka swing voters tidak mungkin berlebihan menonjolkan serta mengagung-agungkan satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Mereka para kandidat itu jelas bukan tokoh-tokoh fiksi. Mereka adalah orang-orang dalam dunia nyata yang sedang bersaing untuk mendapatkan kesempatan bekerja buat rakyat.

 Jadi, tak perlu tegang, apalagi sampai tekor persahabatan gara-gara membela capres-cawapres. Woles-woles. Santai. Nomor satu yang harus selalu dikedepankan adalah menjaga keutuhan bangsa, tidak melibatkan diri dalam penyebaran fitnah. Soal siapa presidennya itu hanya nomor dua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s