Sebelas Tanda Hubungan Sehat Murid-Guru

Salah satu obyek studi yang mendapat perhatian besar para peneliti psikologi perkembangan dan psikologi klinis untuk aplikasi dunia pendidikan adalah pola hubungan emosi murid-guru (child-teacher attachment relationship) pada anak usia dini. Besarnya perhatian itu didorong oleh hasil-hasil riset yang menunjukkan bahwa hubungan guru-murid yang sehat pada anak usia dini menjadi faktor krusial bagi kesuksesan pembelajaran anak di sekolah pada periode-periode selanjutnya.
Menurut Attachment Theory, yang menjadi rujukan para peneliti dalam masalah ini, setiap anak memiliki ikatan kuat pada “orang-orang dewasa penting” dalam proses pertumbuhannya, termasuk guru. Menurut teori ini pula, ikatan atau attachment yang sudah terbangun dalam hubungan anak-orang dewasa memiliki pola-pola tertentu (organization), yang tentu saja tidak bisa lepas dari iklim hubungan anak dengan orangtua di rumah.
Itu berarti, tanpa memahami secara utuh bagaimana rekam jejak hubungan individual anak-orangtua di rumah, guru anak usia dini di TK/RA/PAUD dan bahkan guru SD-SMP-SMA tentu akan sulit membangun pola attachment yang sehat dengan murid. Selain problem pencapaian akademis, perilaku-perilaku ekstrem menyimpang pada murid-murid sekolah memiliki akar yang kuat pada kegagalan guru-orangtua-sekolah dan pihak-pihak terkait dalam mencermati masalah pola atau organisasi hubungan ini.
Maka sangat mencemaskan jika masalah attachment anak dengan orangtua dan guru tidak menjadi prioritas dalam segenap aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah formal. Masalah krusial ini sering dikalahkan oleh dominasi kepentingan target akademis yang sumir, yang direpresentasikan angka-angka nilai hasil ujian tulis semata.
Secara garis besar, para ahli membagi empat jenis pola atau organisasi ikatan anak-guru, yaitu nyaman (secure), tidak nyaman-menghindar (avoidant insecure), tidak nyaman ambivalen/melawan (insecure avoidant/resistant), dan tidak beraturan (disorganized). Ketika pola yang terbangun adalah nyaman (secure), maka anak-anak percaya bahwa mereka bisa mendapatkan bantuan dari guru saat mereka membutuhkannya, dan inilah modal fundamental pembelajaran anak di sekolah. Dengan pola hubungan yang nyaman, guru lebih mungkin menjalankan fungsi menginspirasi anak untuk belajar, bukan sekadar menuangkan pengetahuan ke dalam otak anak.
Berikut ini adalah sebelas tanda ketika guru berhasil membangun hubungan yang sehat atau nyaman (secure) dengan anak usia dini. Meskipun khusus menyangkut anak prasekolah, ringkasan ini relevan bagi guru jenjang sekolah (SD, SMP, SMA), dan tentu saja bagi orangtua.
1. Anak menjadi nyaman di dekat guru jika mereka kesakitan atau marah.
2. Anak mendekatkan badannya ke guru jika guru memegangnya atau anak menyentuh guru dengan lembut saat bermain.
3. Jika anak takut atau marah sentuhan guru bisa meredakan rasa takut dan marahnya.
4. Anak siap mengungkapkan aktivitas mereka kepada guru, berusaha mendekati guru untuk menyampaikan hal-hal baru yang ditemuinya dan menyambut dengan senang kehadiran atau keterlibatan guru dalam aktivitas bermain yang dilakukannya.
5. Sepanjang hari anak memancarkan rasa antusias bertinteraksi dengan guru.
6. Anak meminta bantuan guru saat membutuhkannya.
7. Anak bersikap riang dan ceria pada guru.
8. Anak mudah mengikuti arahan dan saran guru.
9. Anak bersikap menyesal atau malu jika guru berbicara tegas kepadanya dan berhenti berbuat tidak baik jika guru meminta menghentikannya.
10. Transisi akitivitas anak sepanjang hari berjalan lancar dan mulus.
11. Anak senang bertemu guru di awal hari.
(SUMBER: Carollee Howes dan Sharon Ritchie. 2002. A Matter of Trust: Connetcing Teachers and Learners in the Early Childhood Curriculum)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s