Guru TK-SD Bukan Pekerjaan, Tapi Jalan Hidup

Saya sedang asyik membaca buku berjudul, Learning to Teach in the Primary School, kumpulan tulisan yang diedit James Arthur, Teresa Grainger dan David Wray. Masih di bab 1, Becoming a Teacher, yang ditulis oleh Colin Richard. Kalimat-kalimatnya inspiratif, tipikal pendidik yang sangat mencintai anak-anak. Richard membuat tujuh ilustrasi tentang apa itu pendidik dengan tujuh kata yang diawali dengan huruf T-E-A-C-H-I-N-G. Semuanya inspiratif, tapi saya sangat terkesan dengan yang diawali huruf “N” (Never-ending).

Biar singkat saya terjemahkan saja, begini:

Mendidik anak sekolah dasar itu bukan sebuah pekerjaan ‘jam sembilan sampai jam setengah empat.’ Lebih tepatnya bukan pekerjaan sebenarnya, melainkan sebuah jalan hidup. Tak pernah selesai, tak pernah dikuasai, tak pernah sempurna. Selalu ada yang perlu dipelajari lagi dan lagi untuk anak-anak dan kelas Anda. Mendidik bisa menghabiskan seluruh hidupmu dengan tuntutan-tuntutan yang tak pernah berakhir, tapi Anda harus belajar mengatasi tuntutan-tuntutan itu dengan kebutuhan-kebutuhan personal Anda sendiri. Melakukan ini bisa menciderai perasaan, tapi benar-benar esensial –bagi Anda sendiri dan, secara tidak langsung, bagi kebaikan anak-anak Anda sendiri.”

Sebagai ayah dari tiga anak (satu kelas III SMP, satu kelas 4 SD, satu TK-B), ilustrasi Richard tentang guru SD membuat saya merenung, apakah saya sudah memberi apresiasi dan penghormatan yang pantas pada guru-guru mereka? (Dan menurut saya itu berlaku untuk Guru-guru TK, SD, SMP, SMA, pokoknya semua guru). Rasanya belum. Yang sudah pasti adalah tuntutan atau keluhan, seharusnya guru TK begini, guru SD begitu dan sejenisnya. Dan, pertanyaan besarnya yang lebih serius adalah: apakah saya sudah bisa menjadi “Guru TK dan SD” buat anak-anak saya sendiri saat mereka di rumah?

Semoga Allah swt memberi kebaikan kepada mereka yang telah memilih jalan hidup sebagai Guru TK dan Guru SD. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s