Membayangkan Jokowi dan Pejantan Laba-Laba Argiope

Laba-laba argiope jantan memiliki naluri pertahanan diri yang strategis ketika tiba masanya menggauli argiope betina yang ukuran tubuhnya raksasa. Pejantan harus menerapkan strategi kewaspadaan tertinggi bahwa dirinya adalah “male” (pejantan), dan bukan “meal” (santapan). Pertama, ia harus tetap berada di sisi seberang sisi jejaring argiope betina. Kedua, dia harus memroduksi getaran-getaran terukur untuk mengirim sinyal dan menumbuhkan gairah si betina. Ketiga, sambil melakukan aksi itu, dia harus terus memperkuat jejaring untuk mengantisipasi agresi betina. Setelah semua clear dan betina benar-benar “siap”, maka barulah dia berpeluang lulus menjadi pejantan sejati, sukses mengamalkan naluri biologis dan reproduktifnya untuk turut melestarikan generasi-generasi argiope.

argiope1
[foto:bugsinthenews.info]

Maaf, pembaca, saya bukan seorang zoologist, apalagi arachnologist. Ini hanya efek dari turut cawe-cawe dalam pembelajaran anak-anak di TKIT An-Nahl, Gunungsindur, Bogor, yang selama empat pekan terakhir ini sibuk dengan tema laba-laba. Tapi, kali ini saya tidak sedang menulis artikel pendidikan. Entah kenapa, tiba-tiba saya jadi teringat Presiden Joko Widodo, yang hari-hari ini menjadi sasaran tembak empuk bertubi-tubi dari berbagai penjuru, luar dalam. Lalu, saya membayangkan dia benar-benar akan menjadi “meal” (santapan).

Kawan saya seorang jurnalis senior, Hanibal Wijayanta, menulis artikel dengan analis yang tajam di wall FB-nya tentang kemungkinan Jokowi lompat pagar, meninggalkan koalisi yang mengusungnya ke Istana. Kemungkinan itu diindikasikan dengan manuver tiba-tibanya menemui mantan rival Prabowo Subianto di Istana Bogor. Akankah Jokowi mengikuti mantan sekondannya di DKI-1, Basuki Tjandra Purnama yang keluar dari partai pengusungnya? Jika itu terjadi, medan pertempuran politik akan semakin seru, dan itupun tetap tidak mengurangi risiko Jokowi menjadi “meal”.

Dalam hal ini, banyak sekali kalangan dari barisan pendukung Jokowi yang sama skeptisnya dengan para pembenci Jokowi. Soalnya, perjalanan menuju 100-hari memerintah sejauh ini lebih lekat dengan citra yang terbangun dari berita tentang “kekalahan” Jokowi dalam memilih pejabat-pejabat strategis seperti Jaksa Agung dan Kapolri. Bisa dikatakan, “kekalahan” Jokowi itu adalah kekalahan pada poin-poin penting dalam impian besar Indonesia, kemenangan Indonesia melawan korupsi.

Pada pemilihan presiden, saya memilih Jokowi, walau saya merasa sangat tidak nyaman ketika seorang teman mem-frame saya dengan sebutan “Jokowilover”. Sejujurnya saya termasuk banyak unhappy-voters yang dengan sekian pertimbangan dan harapan menentukan pilihan pada Jokowi. Unhappy karena ada begitu banyak anasir negatif di sekeliling Jokowi dan sekarang sudah terang-terangan menjalankan naluri politiknya seperti betina-predator argiope.

Sebagai warga negara yang mengikuti dengan cemas arena pertempuran Indonesia versus korupsi, concern saya bukan apakah Jokowi akan menjadi “male” atau “meal”. Seperti yang tentu saja sering terjadi di khalayak argiope, presiden jatuh dan dijatuhkan pun sudah pernah terjadi di Indonesia. Concern saya adalah kemenangan Indonesia melawan korupsi. Mungkin ini adalah zero sum game, pertempuran pamungkas Indonesia versus korupsi. Jika dalam pertempuran pamungkas ini kalah, Indonesia akan musnah setelah menjadi “meal” para koruptor-predator sebelum agenda-agenda strategis sempat tersentuh, seperti memberantas mafia migas, mengusir fr**p*rt dari Papua, memberantas bajingan-makelar impor yang menyamar jadi pejabat, melumpuhkan legislathieves, dan banyak lagi.

Saya cemas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s