Rapor Kehidupan

Kemarin siang, meski datang terlambat, terobati kerinduan saya pada teman-teman istimewa saya. Adit, Adhi, Dian, Dio, Rani, Bunga, Melly, Aris, Angga, ya mereka teman-teman istimewa saya. Saya pernah belajar bersama mereka selama satu tahun, sewaktu mereka kelas III di SD Batutis Al-Ilmi. Mereka sekarang kelas VI. Saya benar-benar terharu, saat turun dari ojek di depan gerbang SD di kawasan Pekayon, Bekasi, dua dari mereka yang kebetulan sedang istirahat bersama beberapa murid lain di halaman sekolah berseru menyambut saya, “Ee, ada Pak Yanto.”

Kali ini Batutis Fair berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena pameran hasil kerja setahun anak-anak Baby House, Toddler, Play Group, TK-A, TK-B, dan SD diadakan di satu tempat. Sebelumnya, pameran untuk anak-anak SD terpisah. Sehingga, ketika melakukan tur dari satu ruang ke ruang lain dalam pameran itu sambil memotret, saya merasa seperti sedang membaca sebuah buku yang memaparkan tahap perkembangan anak. Tahap scribbling-to-literacy, tahap perkembangan psikologis, tahap perkembangan kognitif, tahap kemampuan klasifikasi, tahap kemampuan berbahasa, tahap pembangunan kecerdasan jamak, dan lain-lain. Semua ada di satu “buku”.

kumpulan tulisan

Ahay, teman-teman istimewa saya itu tidak seperti dulu lagi. Mereka bukan lagi anak-anak yang terkadang membuat saya harus melakukan “last resort” dalam rangkaian lima kontinum pembelajaran. Saya jadi teringat saat harus meredam gejolak emosi dalam diri saya, menyetel sikap sabar, dan mengerahkan intervensi fisik hanya sampai batas memastikan agar aktivitas fisik seorang anak tidak membahayakan dirinya dan temannya yang terlibat konflik. Kini yang saya saksikan begitu kontras dengan kenangan saya. Dengan selendang bertuliskan “Pemandu”, teman-teman istimewa saya itu dan beberapa adik kelas mereka, begitu berwibawa. Mereka sigap membantu para guru menjelaskan kepada para tamu tentang berbagai hal yang dipamerkan. Oh, they brought me in tears.

P Yudhis, Bu Siska, Taya dan anak kelas 6-5

jurnal
Kemarin, anak-anak Batutis, para orangtua mereka, para guru, para pengurus dan donatur Yayasan, semuanya begitu bahagia. Tidak ada ranking-ranking prestasi belajar yang dimaklumatkan dan dipamerkan, karena mereka semua mensyukuri jengkal demi jengkal kemajuan belajar yang dicapai setiap anak. Para orangtua/walimurid yang mayoritas dari kalangan dhu’afa itu memahami bahwa setiap kemajuan tidak mungkin diukur secara matematis dengan angka-angka. Tapi, tak sedikit dari mereka yang tak kuasa menahan butir air bening jatuh dari mata ketika melihat lembar-lembar arsip hasil karya putera-puteri mereka di meja-meja pameran. “Saya hampir tak percaya anak saya bisa membuat tulisan seperti itu,” kata salah satu walimurid kelas VI kepada Bu Siska Y Massardi, Ketua Yayasan Batutis Al-Ilmi.
anatomi ikan

diorama ternak bebek

Yah, alangkah naifnya bila kemajuan-kemajuan belajar anak yang multidimensi dan begitu luas cakupannya, direduksi menjadi hanya deretan angka-angka rapor. Hasil-hasil karya anak berupa tulisan, gambar, diorama, poster, atau coretan-coretan itu saja sudah merepresentasikan kedalaman dimensi pembelajaran yang tak terkirakan. Apatah lagi kewibawaan dan kesantunan anak-anak pemandu, dengan bahasa Indonesia yang terstruktur…. bisakah itu diukur seakan mengukur panjang kayu atau menimbang berat batu? Ah, saya semakin yakin penyeragaman ukuran sejenis Ujian Nasional adalah benar-benar kekonyolan yang tak termaafkan. Tapi, apa boleh buat, sekolah-sekolah memang sudah tidak diniatkan sebagai tempat membangun rapor kehidupan. Sekolah-sekolah telah didesain untuk mengerdilkan anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang mahir mengerjakan soal-soal ujian. Hanya itu.

Semoga Allah swt memberi kekuatan lahir-batin para pejuang di Batutis Al-Ilmi, terus menambah stamina kesabaran dan keteguhan mereka, serta memudahkan jalan untuk menularkan kebaikan mereka. Amin ya Mujib as-sailin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s