Buku Pertama Penerbitan Saya

Judul:
Cinta Yang Kuberi
Catatan-Catatan Sekolah Kehidupan
Erizeli Bandaro

Ada apa gerangan ini? Ketika pintu ruangan VVIP terbuka, tampak sang Raja didampingi putra mahkota tersenyum ramah ke arahku. Tanpa sungkan dia memelukku sambil mencium pipiku.

“Saya mendengar kabar bahwa ibunda Anda sakit dan Anda harus segera pulang. Benarkah itu?”
“Maafkan saya, Yang Mulia. Bukan bermaksud tidak menghormati undangan Yang Mulia, tapi keadaan ibu saya memang memerlukan kehadiran saya di sampingnya.”

“Pulanglah. Urusan dunia ini tidak penting. Memuliakan ibu adalah memuliakan Allah. Tak ada ibadah terbaik didunia ini selain berbakti kepada ibu. Sampaikan salam saya kepada ibu Anda. Doa saya akan menyertainya.”

Dia memutuskan pulang hanya beberapa jam sebelum waktu yang telah dijadwalkan bertemu dengan Raja. Dia tak pedulikan nasib peluang bisnis di sebuah negara kawasan Timur Tengah yang telah diperjuangkannya selama setengah tahun lebih. Panggilan cinta kepada ibunda menuntunnya pulang begitu saja. Cinta yang tertanam dan tumbuh begitu kokoh di bawah curahan kasih sayang sejati dalam keluarga.

Erizeli Bandaro sehari-hari adalah pebisnis portfolio investment dengan kantor pusat di Hongkong. Ia melakukan business trips ke berbagai negara, melakukan negosiasi dengan calon mitra bisnis, rapat virtual melalui saluran komunikasi lintas benua, memantau denyut pasar finansial dan banyak lagi. Di tengah kesibukan nan padat itu, Bandaro rajin memelihara blog pribadi yang membuatnya leluasa menuangkan isi hati dan pikirannya bukan semata-mata sebagai pebisnis, melainkan juga seorang suami, ayah, dan kakek, serta sahabat bagi begitu banyak orang dari berbagai kalangan.

Salah satu selebritas media sosial yang mengaku memiliki keterbatasan dalam pelajaran Bahasa Indonesia semasa sekolah ini justru memukau puluhan ribuan pembaca blog dan akunnya di media sosial dengan tulisan-tulisannya yang padat hikmah.

Dialog-dialog alami yang berlimpah dalam tulisan-tulisannya menawarkan pelajaran-pelajaran sekolah kehidupan yang kaya. Kisah-kisah tentang pergulatan hidup, kegigihan dan kesabaran menghadapi tantangan, dan di atas semua itu, cinta-kasih antarsesama manusia, adalah pelajaran-pelajaran kehidupan yang tak terkirakan nilainya.

Lebih dari sekadar kompilasi kisah-kisah nyata, buku ini dipersembahkan bagi para orangtua yang sadar akan pentingnya kebutuhan pendidikan dalam keluarga. Karenanya buku ini adalah ikhtiar untuk turut memberi manfaat bagi dunia pendidikan. Itu sebabnya, saya berbahagia menghadirkan buku pertama dari penerbitan yang saya kelola ini. Berbahagia karena saya berkesempatan belajar dari seorang guru kehidupan.

Saya berbahagia juga karena materi tulisan-tulisan dalam buku ini begitu dekat dengan dunia pendidikan yang sedang saya geluti. Semoga saya dimudahkan memetik hikmah dan manfaatnya untuk kehidupan saya dan keluarga, dan semoga dapat menyebarkan manfaatnya. Amin ya Mujib as-Sailin.

flyer iklan buku Cinta yang Kuberi

THEY SAID ABOUT THIS BOOK

Indonesia beruntung dan bersyukur dengan lahirnya karya Erizeli Bandaro, yang mengalir dari nurani dan pikiran sehat, sebagai penuntun bersikap agar selamat dunia dan akhirat.

Edi Djuwito, Sahabat, Pengusaha, Malang

Pertemuan saya dengan Erizeli adalah sebuah takdir yang menumbuhkan harapan tentang masa depan. Rencana membangun bersama dengan mewujudkan kesejahteraan yang berdasarkan rasa keadilan adalah pengejawantrahan cinta dan kasih sayang berupa karya nyata. Allah bersamamu

Erizeli… Doa saya selalu mengiringimu.

DR. Ir. FX. Bambang Siswanto, MM, Pengusaha, Bali

Kisah-kisah sejati yang mampu melampaui batas realitasnya karena sederhana dan langka, sehingga menjadi bagaikan dongeng. Cerita-cerita pendek yang menyentuh, dan karena itu serta-merta mampu menggerakkan optimisme dan semangat bagi para pembacanya. Lebih istimewa lagi, kisah-kisah nyata yang ditulis sendiri oleh seorang pebisnis supersibuk ini juga memancarkan rasa bahagia dan kemilau kemuliaan kemanusiaan.

Yudhistira ANM Massardi, Sastrawan/Wartawan Senior, Bekasi

Saya banyak belajar dari tulisan-tulisan bapak Erizeli Bandaro, baik mengenai kehidupan maupun ekonomi global. Ulasannya detail dan bisa dipertanggung jawabkan karena berdasarkan pengalaman dan jam terbang yang sudah dilalui.

Widia Erlangga, Pegawai Swasta, Entrepreneur, Penulis, Fotografer, Bali

Cinta adalah keagungan. Cinta itu memuliakan. Cinta yang mendamaikan setiap masalah kehidupan. Sumber cinta yang utama adalah ibu. Dan dalam buku ini, Bapak Erizeli Bandoro mengajak kita untuk memiliki, mengasah, menerapkan cinta di segala aspek kehidupan, mengajari carai bertahan dan menjadi terhormat dalam kesulitan.

Laras Wati, Pekerja Seni-Budaya (Mantan TKI di Hongkong), Blitar

Saya putri bungsu Bapak Erizeli Bandaro. Bagiku, Papa adalah sumber kebijakan yang mendidikku dengan sabar. Yang sulit dipelajari dari Papa adalah sikap rendah hatinya karena memang sudah nature-nya begitu. Kami semua punya kendaraan pribadi, tapi Papa tidak punya. Dia tidak merasa rendah dengan penampilan sederhananya, walau relasi bisnisnya kebanyakan kalangan atas. Alasannya dia tidak mau berjarak dengan siapapun. Aku pembaca setia tulisan Papa dan selalu menggugah untuk bahan diskusi kalau Papa lagi tidak di luar negeri. Papa teman diskusi yang asyik. Semoga buku ini menjadi kado terindah papa diusia 53 tahun. Sehat selalu, Papa sayang.

Rahmalia Lestari, Mahasiswa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s