sajak sungai kecil (2)

sungai kecil di desaku,
apa yang sedang dibawa airmu?

tetap kurasa ada rindu menghela
seperti malam menjemput jumat
dari bubu yang sudah jadi kenangan
bekasnya masih tertinggal
pada rerumpun pelepah nipah
menjadi tanda yang terus berubah

lubukmu tentu tak pernah gundah
karena air selalu hanya singgah
seperti hulu yang ikhlas mengemas doa
atau muara yang selalu terjaga
menghitung pagi datang dan pergi
tahun silih berganti

bukan, bukan pumpunan pundi keramat
perjalanan adalah himpunan arus dan jeda
batu dan tanah
hujan dan bianglala
peluh dan tawa
luka dan pataka

sungai kecil di desaku,
apakah airmu telah berubah warna?
seperti cita-cita anak-anak di kota?

bogor, 31/12/2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s