Renny Djajoesman Sujud

Tubuh “subur” Renny Djajoesman yang berbalut gamis dan kerudung berwarna putih rebah,  di atas panggung. Tergolek seketika gemuruh improvisasi drum dan sayatan-sayatan melodi gitar elektrik berhenti. Beberapa saat dua ratusan penonton hening setelah larut menikmati tafsir vokal Renny atas puisi “Doa” karya Chairil Anwar, sebelum tepuk tangan akhirnya membahana

Renny (57 tahun) yang tetap prima dengan olah vokal dan teatrikalnya kemarin punya hajatan yang membikin para sahabatnya turut larut dalam airmata syukur. Saya bisa menonton peluncuran album religi “Sujud” ini kemarin di markas Kandank Jurank Doank, Tangerang Selatan, Banten. Padahal, saya bukan sahabatnya. Saya hanya ketiban “rejeki  anak soleh”karena diajak salah satu sahabat Renny, Yudhistira ANM Massardi.

renny djajoesmanAlbum ini memang tidak hanya bertumpu pada kekuatan teatrikal dan vokal Renny, yang masih tetap powerful, seperti pernah saya ceritakan ketika dia ikut tampil membacakan puisi-puisi Yudhistira. . Nama-nama beken yang bertebaran di atas panggung maupun di tribun penonton turut memperkuat penggarapan album mantan lady rocker Indonessia ini. Saya tidak hafal satu-satu. Maklum, para pemusiknya mayoritas dari mutiara-mutiara abad “kekinian”. Yah, kalau sekadar Ivanka Slank, Kaka Slank dan Mel Shandy,  masih tahu-lah saya. Jadul, ya saya? Salah satu elemen penguat album ini adalah puisi karya KH. Musthofa Bisri yang berjudul “Atas Nama”, yang kemarin dibawakan Renny berduet sangat kompak dan apki dengan Kaka.

Tapi, ya itu tadi, kekuatan olah vokal Renny (ini menurut saya, lho, ya) adalah daya tarik terbesar dari albumnya. Dengan itu, Renny punya ruang yang begitu lega dan pilihan yang begitu leluasa untuk menampilkan tafsir atas puisi dan syair-syair yang dinyanyikannya. Dalam ungkapan Yudhistira, “Itulah milik Renny yang tak bisa dikekang oleh kekuatan syair ataupun musik.”

Kenapa,sih, Renny tergoda bikin album religi? Mungkin begitu pertanyaan banyak orang. Saya juga sempat bertanya begitu dalam hati. Dan, ternyata ada juga yang nanya saat konferensi pers. Jawab Renny, “Saya ingin melakukan sesuatu yang bisa membuat saya lebih disayang Allah swt.” Prosesnya panjang. Minta pendapat dan minta izin sama anak-anaknya, boleh ga bikin album religi. Didukung. Tapi, tidak cukup. Renny berhar-hari, bahkan berminggu-minggu berusaha memantapkan hati dengan berdialog, meminta izin, dan memohon ridha Allah swt. Agar, apa yang dilakukannya ini benar-benar menjadi bagian perjalanan untuk mendekati-Nya.

Waduh, pas di bagian ini, saya benar-benar ikut mellow, seperti Ratih Sanggarwati, salah satu sahabat Renny, yang waktu diminta komentar tak bisa banyak berkata-kata. “Saya dari tadi nangis, Ren. Saya nangis. Saya iri sekali padamu. Kamu disayang banget sama Allah.” Semoga “Sujud” benar-benar mendekatkan penyanyi dan siapa saja yang memetik hikmahnya kepada Sang Maha Pencipta. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s