Lesson Plan Puasa

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Kalau puasa di bulan Ramadhan itu dianggap sebagai madrasah (sekolah), maka tujuan pembelajaran tertingginya adalah kualitas taqwa. Tujuan yang pengukuran dan penilaiannya adalah hak mutlak Allah swt. Namun, kaum beriman diberi pedoman-pedoman untuk mencapai tujuan itu, yakni melalui uraian tatacara dan ketentuan-ketentuan dalam syariat puasa.

Sebagai program pendidikan (tarbiyah), seyogyanya puasa disertai perencanaan yang dibuat secara sadar. Perencanaan itu mencakup uraian sasaran, langkah-langkah pencapaian sasaran, penyediaan alat-alat bantu yang dibutuhkan, pengecekan, sampai evaluasi. Ya semacam rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP) di sekolah atau lesson plan.

Lalu siapa yang membuatnya? Setiap individu yang sudah aqil baligh sudah semestinya sanggup membuat untuk keperluan dirinya sendiri, tahu apa yang dituju, tahu apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai, dan tahu bagaimana mencukupi kebutuhan-kebutuhan itu. Itu sebabnya, pada kewajiban berpuasa sesungguhnya melekat juga kewajiban belajar tanpa henti agar ibadah puasanya semakin membaik dari tahun ke tahun.

Dalam konteks itulah sebenarnya para guru dan alim ulama sangat diharapkan agar secara kolektif ibadah puasa umat terus membaik dan membawa kebaikan bagi masyarakat dan alam sekitarnya. Pada skala yang lebih kecil, lingkup keluarga, orangtua memiliki peran yang  sama strategisnya, agar anak-anak, terutama yang belum mencapai aqil baligh mampu menyerap pembelajaran puasa dengan sebaik-baiknya.

Pembelajaran puasa bukan semata-mata pembelajaran pengetahuan tentang puasa. Pembelajaran puasa adalah pembangunan kualitas manusia (taqwa). Seperti apakah gambaran kualitas taqwa yang bisa dicerna dan dipelajari? Pada pembukaan surat Al-Baqarah, Al-Quran menjelaskan antara lain kualitas orang-orang yang bertaqwa itu meliputi keimanan pada hal-hal yang tak terjangkau kemampuan manusia (ghaib), penegakan shalat dan prinsip-prinsipnya dalam setiap sendi kehidupan, kepedulian dan berbagi dengan menafkahkan sebagian rizki yang telah diberikan, beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Quran, dan hidupnya berorientasi kepada masa depan (akhirat).

Maka kualitas taqwa yang dituju dari madrasah puasa sehungguhnya tidak terpisahkan dari kualitas kehidupan di dunia. Puasa adalah penempaan umat beriman agar menjadi umat yang unggul, produktif, penuh kasih sayang, dengan kualitas yang terus membaik dan terus membaik menuju masa depan.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar, akan tetapi tidak ada pula kemewahan waktu yang membuat setiap pembelajar bisa berleha-leha. Apapun pembelajaran yang diikhtiarkan dalam berpuasa patut dilakukan dengan penuh keimanan, perencanaan yang baik dan kecermatan (ihtisaban). Hanya dengan itu, pembelajar puasa akan memperoleh manfaat. Wallahu a’lam bish-shawab

================
Lesson Plan Pribadi (Ternyata Berat)
1. Tidak mudah marah di rumah.
2. Tidak mudah cemberut, emosional atau marah di jalan raya, di tempat kerja, di manapun.
3. Tidak menyebar fitnah dan kebencian di media sosial dan tidak mudah terpancing dengan suasana marah di media sosial.
4. Meningkatkan fokus pada pekerjaan biar lebih produktif.
5. Memperkuat daya tahan dari godaan makanan yang melebihi kebutuhan badan.
6. Membebaskan diri dari industri yang sejauh ini tidak perlu bersusah payah memompa nafsu belanja umat yang berpuasa.
7. Memperbanyak silaturahim.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s