Buku Berkowski, Surat Al-Fatihah dan Pelajaran Kehidupan

Di bagian akhir rangkuman bukunya, How to Build A Billion Dollar App, George Berkowski menuliskan untaian kalimat-kalimat yang indah sekali. Ringkasan resep para pebisnis kreatif teknologi mobile yang sudah menjadi “anggota” klub elite miliar dolar. Walaupun saya sudah membaca sekaligus menerjemahkan buku itu, saya masih senang membacanya lagi dan lagi. Kali ini, tiba-tiba saya ingin menyimpan cuplikan ringkasannya di blog:

=======
Faktor keajaiban terakhir adalah Anda. Buku Malcolm Gladwell,
Outliers, mengemukakan bahwa kehebatan adalah produk dari praktik, bukan kegeniusan bawaan. Para pebisnis app miliar dolar kita jelas manusia –mereka telah membuat banyak sekali kesalahan, tetapi mereka gigih, mereka terus maju. Namun, keunikan cara mereka dalam fokus pada satu hal yang sangat mereka gandrungi –yang mereka yakini begitu mendalam–, itulah yang melahirkan keheatan. Mereka bukan orang-orang yang didorong oleh kekuatan megalomaniak. Mereka adalah orang-orang yang digerakkan untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dengan cara yang mereka bisa lakukan. Demikian pula, jika Anda menemukan sebuah alasan untuk bersemangat, Anda punya kesempatan untuk menyingkirkan setiap penghalang, semua penepis, dan semua tantangan yang tak terelakkan untuk menjadikan app Anda sukses.

Menjelajahi isi kepala para pendiri app miliar dolar telah membukakan mata. Mereka adalah orang-orang yang mengesankan yang dicirikan oleh energi dan visi mereka. Ketika mereka bicara tentang masa depan, Anda bisa lihat kemungkinan di mata mereka, antusiasme mereka tentang apa yang akan datang nanti, dan sebuah rasa urgensi yang menuluar untuk menuju ke sana.

===============

Cover Billion Dollar

 

Baiklah, saya tidak pernah berilusi para kampiun teknologi mobile yang super kreatif itu, termasuk Berkowski sendiri, pernah mengintip, apalagi membaca, surat Al-Fatihah. Tapi, dalam kisah-kisah mereka, saya serasa menemukan contoh-contoh luar biasa tentang bagaimana mengartikulasikan keimanan pada hukum perhitungan masa depan dalam kehidupan saat ini.

Saya mengimani kekuasaan Dzat Yang Maha Kuasa di Hari Perhitungan (Maliki yaum ad-diin). Dengan keyakinan itu, maka seharusnya saya segera siap untuk melangkah mengikuti pedoman-pedoman langkah yang konsisten (shiraath al-mustaqiim). Pedoman untuk mengikuti jalan orang-orang yang dilimpahi nikmat sehingga mampu menebar manfaat. Bukan jalan orang-orang yang dimurkai, bukan jalan orang-orang yang sesat membinasakan.

Halaman demi halaman buku yang ditulis Berkowski menukilkan kisah-kisah tentang bagaimana para kampiun bisnis teknologi mobile itu melayani kebutuhan orang di seluruh dunia. Mereka mengerahkan potensi terbaik, kerja keras, kerja cerdas, dan tiada henti belajar agar memperbaiki diri, layanan dan manfaat yang dihadirkan. Semakin luas jangkauan manfaatnya, semakin besar manfaatnya bagi beratus-ratus juta pengguna, semakin bahagialah para pebisnis itu.

Kesimpulannya: saya harus lebih rajin mempelajari manajemen Al-Fatihah, dan lebih-lebih rajin lagi mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s