Gentong Babi DPR-RI

Beritanya tak begitu menggelegar di media sosial. Tapi, kabar gentong babi DPR RI yang terkuak di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) pada tanggal 15 Agustus 2016 sesungguhnya bukan hal kecil, tak sekecil tubuh babi yang paling besar sekalipun. Bayangkan nilainya kalau kita memimpikan sekolah-sekolah gratis berkualitas premium bagi seluruh anak Indonesia.

Apa itu Gentong Babi?

Gentong Babi adalah terjemahan dari istilah bahasa Inggris “pork barrel”. Jangan buru-buru mengasosiasikannya dengan daging hewan yang haram bagi umat Islam itu. Ini adalah sebutan untuk sejumlah tertentu anggaran belanja negara yang penyalurannya ditetapkan harus melibatkan anggota legislatif. Lengkapnya disebut “pork barrel budget”.

Istilah ini hanya dikenal dalam jagat politik Amerika Serikat dan Filipina. Sah, legal dan “halal” di kedua negara itu. Tujuannya, supaya para anggota legislatif kelihatan peduli pada konstituennya. Sehingga, mereka lebih berpeluang untuk terpilih kembali di pemilihan umum.

Nah, para anggota DPR RI, ya DPR yang di Senayan itu, jeli mencari-cari informasi dan akhirnya menemukan contoh yang menarik itu. Tapi, kok namanya “babi”, ya? Ganti, ah. Istilah itu pun dimuliakan menjadi DANA ASPIRASI. Hmmm….. masih kurang, haluskan lagi. Maka, ketemulah istilah yang lebih samar, USULAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH PEMILIHAN, di singkat menjadi UP2DP. Keren, kan?

Dasar hukumnya? Ada, tenang!

Pasal 80 huruf j UU No. 17/2014 tentang MPR,DPR,DPD,dan DPRD yang telah diubah menjadi UU No. 42/2014:

Anggota DPR berhak mengusulkan dan memperjuangkan program pembangunan daerah pemilihan.

Yang Terang-terangan

Pada tanggal 23 Juni 2015 Sidang Paripurna DPR RI menerjemahkan pasal itu melalui mengesahkan UP2DP dengan angka spesifik Rp. 11,2 triliun atau Rp. 20 miliar per anggota.
Eiiiittsss,…. sebentar…. ada “kesalahan teknis”. Ketentuan itu sempat nyelonong masuk ke dalam RUU APBN 2016 Pasal 12 (a). DPR sadar itu ga boleh, melanggar Undang Undang. Cukup menjadi “Catatan” saja bagi pemerintah. Ya sudah, pasal babi…. eh… UP2DP itu dimusnahkan.Yang penting gentongnya tetap bisa dipakai.

gentong babi
Yang Gelap-gelapan di Komisi V

Entah gentongnya ketinggalan, lupa menutup atau lagi apes, Damayanti Wisnu Putranti, anggota Komisi V DPR RI dari F-PDIP, tersandung kasus suap terkait dengan UP2DP di Maluku. Dia diadili di Pengadilan Tipikor.Maka,. bernyanyilah ia tentang kegelapan di Komisi V pada sidang pengadilan hari Senin tanggal 15 Agustus 2016. Ini baru Komisi V, lho, bukan (belum) Komisi-komisi lain. Pun, baru urusan satu kementerian, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kata Damayanti, ada kesepakatan antara PIMPINAN KOMISI V dengan PEJABAT KEMENTERIAN PUPR. Kesepakatan dibuat dalam “rapat setengah kamar” yang tidak melibatkan anggota-anggota lain Komisi V.

Ini kutipan beritanya di media online Kompas.com (http://nasional.kompas.com/read/2016/08/15/17420381/damayanti.ungkap.komisi.v.ancam.anggaran.kementerian.pupr.jika.usulan.tak.dipenuhi.)

Pada awalnya, menurut Damayanti, pimpinan Komisi V DPR meminta kompensasi Rp 10 triliun, karena Kementerian PUPR mendapat anggaran Rp100 triliun.
Namun, angka tersebut tidak disetujui. Angkanya pun turun menjadi Rp 7 triliun, Rp 5 triliun, sampai akhirnya disepakati Rp 2,8 triliun untuk Direktorat Jenderal Bina Marga.
Dalam pertemuan tertutup tersebut, ditentukan juga fee atau kompensasi yang akan diperoleh setiap anggota Komisi V.
Selain itu, disepakati bahwa setiap anggota memiliki jatah aspirasi Rp 50 miliar, Kapoksi memiliki jatah Rp 100 miliar, sementara pimpinan Komisi V mendapat jatah hingga Rp 450 miliar.

Nah, gelap, kan? Dari satu Komisi dengan satu Kementerian saja jatah per anggota sudah 2,5 kali yang dtetapkan sebelumnya, Rp. 20 miliar per anggota. Apakabar Kementerian ESDM? Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan? Kementerian Agama? Juga yang lain-lain, semua sehat? Sudah minum akua?

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s