Ziarah

 

 malam menyuguhkan takzim bintang gemintang
 di atas pangkuannya
 ia terus mendekap erat janji sang kekasih 
 ia tak hendak bertanya 
 di mana butir-butir pasir itu akan memadu janji
 dengan musim
 di dalam biliknya ia menanak sunyi yang abadi
 sembari menanti sang kekasih datang menata altar
 lalu bersama-sama pasrah memanggang cinta
 ...
 pintu biliknya telah penuh
 dengan untaian salam bintang gemintang
 esok, saat kuketuk
 kuingin menyisir huruf demi huruf di situ
 pada setiap lekukan garis 
 yang dipinjam hujan untuk melukis pelangi
 ingin kuketuk pula pintu bilik-bilik musafir
 yang telah menemukan kembali alamatnya
 dari bisikan tasbih dedaunan
 aku pun ingin pulang 
 seperti pagi yang mengetuk pintu bilik setiap zaman
 
 (bdg-jkt 01-02-2013)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s