Kemurnian Ekspresi, Motivasi Internal, dan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini

Mewarnai gambar adalah salah satu kegiatan yang paling mudah disiapkan guru anak usia dini untuk menghabiskan banyak waktu belajar anak. Sekian puluh anak pada saat bersamaan bisa dibuat tenang, asyik dan khusyuk bekerja. Kegiatan mewarnai juga popular di luar sekolah, menjadi subyek perlombaan yang banyak digemari. Ada manfaatnya? Ada, sekurang-kurangnya melatih koordinasi otot motorik kasar dan halus.

Tapi, mewarnai tidak bisa diharapkan sebagai sarana menumbuhkan daya imajinasi dan kreativitas anak usia dini. Sebab, dalam kegiatan mewarnai melekat unsur batas-batas dan keseragaman yang telah disiapkan orang dewasa. Anak hanya menjalankan tugas melengkapi produk imajinasi orang dewasa. Sedangkan daya imajinasi dan kreativitas hanya tumbuh dalam kemurnian ekspresi yang bersumber dari inisiatif, persepsi dan pengalaman-pengalaman personal anak.

Itu sebabnya, dalam model pembelajaran Metode Sentra, tidak dikenal kegiatan mewarnai gambar. Untuk kegiatan Jurnal Pagi dan Jurnal Siang, yang berhubungan erat dengan penumbuhan daya imajinasi dan kreativitas anak usia dini, guru hanya menyediakan kertas kosong dan alat tulis serta alat menggambar. Selain memanjakan daya imajinasi dan kreativitas, kedua kegiatan ini pada saat yang sama juga membangun kemampuan koordinasi otot motorik kasar dan halus.

Sebagaimana pada kegiatan-kegiatan lain, guru tidak memberi nilai pada hasil kerja anak, apalagi membandingkannya dengan hasil kerja anak lain. Namun, guru mengapresiasi setiap penyelesaian pekerjaan, termasuk mengerjakan jurnal. Tidak ada pujian berlebihan (inflated praise), tapi apresiasi menjadi pemelihara motivasi internal anak yang efektif dan kokoh.

Apresiasi diberikan dalam batas kewajaran, seperti, “Alhamdulillah, selamat ya, hari ini kamu memanfaatkan waktu dengan lebih baik untuk mengerjakan Jurnal Pagi.” Contoh lain, “Kamu menggunakan lebih banyak warna dan membuat bermacam-macam bentuk dalam jurnal. Selamat, ya.”

Apresiasi semacam itu lebih menekankan pencapaian kemajuan personal anak, tanpa mengaitkan, apalagi membandingkannya dengan  pencapaian anak yang lain. Sehingga, apresiasi itu lebih efektif membangun kebahagiaan dan kepuasan bekerja (sense of accomplishment) dan kepercayaan diri, yang akan  lebih langgeng ketimbang motivasi eksternal, semacam pujian dan hadiah.

Kemurnian ekspresi, motivasi internal dan kepercayaan diri, adalah hal-hal yang kian menjauh dari sistem persekolahan. Unsur-unsur itu terdesak oleh perburuan target pembelajaran yang serba standar dan seragam. Bukan hanya dalam urusan daya imajinasi dan kreativitas, kecenderungan itu menimpa hampir semua domain pembelajaran. Belajar laksana menampung sebanyak mungkin paket satuan-satuan pengetahuan baku yang dituangkan melalui selang-selang mata pelajaran.

Kemurnian ekspresi, motivasi internal dan kepercayaan diri anak tidak diutamakan, karena sekolah berjibaku mencapai Standar Kompetensi Kelulusan (SKL). Guru pontang-panting memastikan tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dan, para orangtua selalu was-was memastikan agar putra-putri mereka mendapat tempat yang layak dalam iklim perlombaan atau persaingan.

Maka begitulah, secara alamiah, iklim perburuan standar dan keseragaman meniscayakan kompetisi menjadi sumber insentif utama bagi tumbuhnya minat dan cinta belajar. Dunia persekolahan berlepas diri dari urusan kekhususan individual anak dalam hal persepsi, minat, perbendaharaan pengetahuan, tahap perkembangan, dan kemajuan belajar anak. Belajar dimulai dari target dan ambisi sekolah-guru-orangtua mencapai target dan diakhiri dengan pengukuran massal pencapaian target.

Jadi, mengapa pula masih mengeluhkan rendahnya daya imajinasi dan kreativitas para lulusan sekolah? Bukankah tujuan pendidikan telah puluhan tahun tercapai dengan bukti kelulusan ujian nasional mendekati 100 persen?

foto-jurnal-dalam-majalah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s