Fisik Aktif, Otak Aktif

Mens sana in corpore sano.
Al-‘aql al-saliim fi jism al-saliim.
Jiwa yang sehat terdapat pada badan yang sehat.

Kata-kata bijak itu melekat dalam ingatan umumnya anak sekolah. Diajarkan dalam latihan menulis halus, pelajaran khath (kaligrafi Arab) atau imla’ (dikte), juga ditulis untuk hiasan dinding kelas, kamar asrama, atau kamar pribadi. Pun, kata-kata itu biasanya diamalkan dalam kehidupan sekolah dengan jadwal berolahraga bersama rutin sepekan sekali.

Dulu, semasa saya belajar di Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Dasar), ada jadwal “PD”, singkatan yang terbawa dari ejaan lama Pendidikan Djasmani.  Semua anak memakai celana pendek berwarna biru dan kaos singlet berwarna kuning. Banyak teman yang sudah punya kaos berwarna putih memilih mengubah warnanya dengan wantek. Yang penting happy berseragam, berlari dan bersenam. Terkadang kegiatan “PD” oleh guru diganti dengan dongeng. Pokoknya, hari “PD” adalah hari yang asyik.

Saya baru mengenal matapelajaran Olahraga/Kesehatan (Orkes) mulai SMP. Aktivitas berolahraga memang masih ada. Tapi, secara keseluruhan tidak menarik karena harus menghafal berapa luas lapangan bola voli, siapa penemu penyakit kholera, siapa pencipta olahraga sepakbola, apa saja yang termasuk olaraga atletik, negara mana yang jadi juara olimpiade tahun sekian…. Bete, tapi harus belajar, karena ada ujian tulis yang nilainya terukir di rapor. Terus begitu sampai lulus SMA.

Baiklah, saya tak ingin berdebat soal penting atau tidak matapelajaran Orkes, yang kini dinamai Penjaskes dan diajarkan sejak kelas I SD. Saya terpikat dengan sebuah tulisan berisi ringkasan riset (research brief). Tulisan itu saya temukan di situs http://www.activelivingresearch.org. Judulnya, Active Education, Growing Evidence on Physical Activity and Academic Performance. Jadi, lebih sepesifik dari kata-kata mutiara diatas: Otak encer adanya di badan yang sehat.

Ringkasan riset itu dibuat pada bulan Januari tahun 2015 berdasarkan hasil-hasil temuan tak kurang dari 17 riset ilmiah mutakhir. Ringkasan ditulis oleh Darla M. Castelli, Elizabeth Glowacki, Jeanne M. Barcelona, Hannah G. Calvert & Jungyun Hwang dari The University of Texas at Austin.  Temuan-temuan pentingnya adalah:
1.    Aktivitas fisik bisa memberi manfaat langsung maupun jangka panjang pada prestasi akademik.
2.    Hampir seketika setelah terlibat dalam aktivitas fisik, anak-anak bisa berkonsentrasi lebih baik dalam tugas-tugas kelas, yang berarti memperkuat pembelajaran.
3.    Seiring waktu berjalan, dengan aktivitas fisik yang tepat sesuai tahap perkembangan fisik, membaiknya kesehatan fisik bisa membawa dampat positif tambahan pada prestasi akademik dalam matematika, membaca dan menulis.
4.    Bukti-bukti riset mutakhir menunjukkan bagaimana aktivitas fisik berdampak pada otak sehingga menimbulkan efek-efek positif sebagaimana dikemukan di atas.

Dengan keempat kesimpulan tersebut, para penulis ringkasan riset mengajukan rekomendasi agar para pendidik, adminstrator, dan orangtua secara cermat mengintegrasikan aktivitas fisik dalam kurikulum sekolah agar pembelajaran anak semakin baik.

Oke, oke, saya tak mau berdebat soal penting tidaknya pelajaran Orkes. Cuma, terasa aneh saja. Pernah memperhatikan jumlah matapelajaran anak kelas 1 SD dalam sehari? Kalau belum, bayangkanlah membawa setumpuk buku pelajaran dalam satu tas punggung, dan itu sudah cukup membuat pundak orang dewasa sakit. Sudah begitu, anak masih harus menghabiskan banyak waktu untuk “berolah-raga” dengan buku. Maksud saya, berkutat dengan hafalan-hafalan pengetahuan tentang olahraga dan kesehatan.

Oke, oke, paragraf terakhir di atas itu  anggap saja tidak ada.
active-kids-learn-better

Advertisements

One thought on “Fisik Aktif, Otak Aktif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s