“Main Bebas” Juga Belajar

Model pembelajaran Metode Sentra untuk anak usia dini memiliki banyak komponen yang menarik perhatian saya. Semuanya bermakna, memiliki tujuan, direncanakan dengan matang, dan dijalankan secara terukur sebagai bagian dari keseluruhan proses belajar.

Salah satunya adalah “main bebas”. Tentu saja, ini bukan main liar, karena Metode Sentra adalah model berstruktur. Main bebas adalah main di luar kelas (outdoor play) sebelum sesi utama bermain-bekerja-belajar di Sentra. Kegiatan yang “hanya” berlangsung sekitar setengah jam ini menyediakan kesempatan belajar yang kaya.

Anak membangun kematangan fisik, termasuk koordinasi motorik kasar-halus, keseimbangan dan kontrol gerak tubuh. Anak juga membangun kemampuan kendali diri, kontrol emosi, mengantre, menghargai teman, resolusi konflik, bermain dengan aturan (play with rules), serta berbagai kemampuan sosial dan emosional lainnya.

Ada lagi manfaatnya. “Main Bebas” adalah semacam katup pelepasan energi berlebih yang dibawa anak dari rumah. Sehingga, setelah kegiatan ini anak lebih bisa berkonsentrasi agar pembelajaran di Sentra berjalan optimal. Sebagaimana diuraikan pada artikel sebelumnya, gerak aktif tubuh membantu anak meningkatkan kesiapan otak untuk belajar.

Ya, transisi. Anak usia dini membutuhkan proses transisi yang mulus dari situasi rumah ke situasi belajar di sekolah. Dari aneka situasi emosional dan psikis yang tidak relevan dengan pembelajaran ke situasi tenang dan siap untuk belajar. “Main Bebas” membantu anak menetralisirnya. Transisi pelan-pelan dan mulus.

Anak usia dini belum memiliki kapasitas untuk menghadapi perubahan-perubahan situasi cepat dan drastis. Karena itu, sejak bangun tidur sampai tidur lagi seyogyanya anak mendapatkan proses beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lain dengan transisi. Tidak serta merta dan tiba-tiba. Membangunkan anak pun perlu proses yang mulus karena itu berkaitan dengan keteraturan sistem kerja dalam otaknya.

Jangan lupa, orang dewasa pun tidak dengan sendirinya mudah menghadapi perubahan situasi cepat dan drastis. Perhatikanlah media sosial. Orang bisa bisa memetik manfaat dari saling berbagai pengetahuan dan saling belajar. Tapi, dalam iklim arus berita yang bergerak sangat cepat, media sosial juga berfungsi menjadi katup pelepasan energi emosional yang berlebih (sedih, kecewa, marah, bahkan sumpah serapah).

Mungkin setelah kelebihan energi tumpah, mereka baru bisa belajar dengan tenang. Mungkin saja.

main-bebbas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s