Belajar sebagai Bagian dari Kewajiban Bersyukur

(Catatan dari Khutbah Jumat, 24 Februari 2017)
Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang di dalamnya Allah mengajarkan ilmu dan hikmah, lalu mengaitkan ajaran itu dengan sikap bersyukur. Ayat-ayat itu biasanya diakhiri dengan seruan “la’allakum tasykurun”, agar kamu semua bersyukur.

Allah mengajarkan seluk beluk alam semesta, tentang tumbuh-tumbuhan di muka bumi, tentang berbagai jenis binatang-binatang di air, di darat dan di udara, tentang darah yang mengalir di tubuh kita, tentang sejarah bangsa-bangsa terdahulu….. banyak sekali.

Semua itu adalah cara Allah mengajarkan tentang nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada kita agar kita bersyukur. Dan, nikmat itu tidak akan mampu dihitung oleh manusia, dengan bantuan alat hitung secanggih apapun. Wa in ta’udduu ni’matallahi la tuhshuuha. Dan jika kamu mencoba menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.

Maka berarti kita pun tidak akan pernah mencapai derajat syukur yang sepadan dengan nikmat-nimat yang Allah berikan. Bagaimana mungkin sepadan? Sedangkan untuk mengetahui dan menyadari nikmat yang diberikan Allah saja tidak sempurna kemampuan kita. Bagaimana kita berterimakasih dengan sebenar-benarnya berterimakasih kepada Allah kalau kita tidak tahu apa yang diberikan Allah kepada kita.
Mari kita tengok ke tubuh kita sendiri. Betapa banyak yang tidak kita ketahui aliran nikmat Allah. Kita tidak tahu bagaimana Allah melancarkan alat pencernaan untuk memproses makanan yang kita makan menjadi nutrisi, dan tahu-tahu kita sudah tumbuh menjadi besar. Dalam satu hal ini, saja kita tidak akan pernah mampu merinci satu per satu bagian-bagian atau anatomi tubuh yang berperan.

Kita tak mengerti bagaimana Allah melancarkan aliran setiap butir dari berjuta-juta sel darah kita ke seluruh tubuh. Kita tidak memahami bagaimana Allah menyehatkan mata kita sehingga kita mampu melihat keindahan alam. Kita tidak mengerti bagaimana seluk beluk cara kerja sistem pendengaran kita, yang tersambung dengan sistem kerja otak. Kita tidak mengerti bagaimana Allah membangunkan kita setelah tidur. Dan seterusnya dan seterusnya. Tidak. Kita tidak akan mampu menghitungnya.

Maka berarti pula, kewajiban belajar tak berhenti sampai kita pulang kembali kepada-Nya. Sebab, hanya dengan belajar-lah kita memiliki peluang untuk bersyukur, walaupun belajar kita tentu tidak akan pernah sempurna. Belajar pada hakikatnya adalah satu paket kewajiban dalam bersyukur.

Mari merenungkan lebih khusus salah satu ayat bersyukur.

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. [An-Nahl (16): 78]

Ayat yang diakhiri dengan kalimat “agar kamu semua bersyukur” ini termasuk ayat yang menjelaskan bagaimana proses pendidikan manusia. Ketika dilahirkan, atau dikeluarkan dari perut ibu, seorang anak manusia tidak memiliki ilmu, tidak memiliki pengetahuan. La ta’lamuuna syai’an. Tidak punya ilmu apa-apa. Lalu Allah menganugerahkan perangkat-perangkat untuk mendapatkan ilmu.
Hanya saja, alat atau perangkat untuk menyerap informasi dan ilmu itu tidak diberikan sekaligus, melainkan bertahap : pendengaran, penglihatan, baru kemudian af’idah, akal budi. Jadi, pendengaranlah yang mula-mula diberikan.
Ilmu pengetahuan saat ini sudah bisa menjelaskan bahwa fungsi-fungsi pendengaran manusia itu sudah mulai bekerja pada saat usia kehaliman mencapai pekan ke-25, atau sekitar empat bulan. Artinya apa? Meskipun apa yang didengar calon bayi dalam kandungan belum berstatus ilmu, sesungguhnya apa yang didengarnya di alam rahim itu kelak akan menjadi bekal yang berguna untuk kehidupannya.
Dengan demikian proses pembelajaran anak harus disiapkan sejak jauh-jauh hari, bahkan sebelum ia lahir. Agar, ketika lahir di dunia, anak memiliki kemampuan yang lebih baik dalam belajar. Artinya, anak memiliki kesempatan dan kemampuan yang lebih baik dalam mensyukuri nikmat-nimat Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s