musafir di atap bulan

seorang musafir bersembunyi di atap bulan
mengintai senja yang didaur angin
semua penjuru berkumpul di satu ruangan
tanpa dimensi tanpa ukuran
tapi selalu sesuai dengan setiap musim
juga setiap benih
hanya waktu yang berselisih
seperti air sungai yang mendaur hulu dan hilir

seorang musafir bersembunyi di atap bulan
menjengkali bayangan huruf-huruf
yang memanjang ditinggalkan matahari
menjadi kepastian
yang selalu datang dan selalu pergi
seperti pagi dan senja
juga muara yang melangsir ombak

seorang musafir bersembunyi di atap bulan
membuat senarai hari dari dalam tasnya
tanpa kata tanpa puisi
tapi makna tak pernah berselisih
memangku semua penjuru dan waktu
kini menyapanya di atap bulan

musafir tertidur di atap bulan
dalam mimpinya ia berkelana
menyusuri tepian sungai sampai muara
menemukan pagi dan senja berganti-ganti
dan debur ombak
yang membangunkannya di pantai

bogor, 28-10-2017

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s