Catatan dari Membaca Buku Riley

Pagi ini, sambil minum kopi dingin yang masih tersisa seperempat gelas, mata saya terantuk ke satu paragraf di bab 3 buku Attachment Theory yang covernya saya unggah di Facebook dua hari lalu. Paragraf itu bermula tepat di bawah subjudul “Teachers have feelings too”. Guru juga manusia :D. Teaching is traditionally assumed to be rational and … Lanjutkan membaca Catatan dari Membaca Buku Riley

Iklan

dini hari

kuunduh puisi dini hari dari pohonnya ranum marun berkerumun padat kata-kata kujilat kesat rindu lungsur janji luntur amarah megah pongah bertingkah menggagahi cita-cita yang mengejan bertumpu di atas akar belukar menyelisihi fotosintesis dan beberapa butir embun salah musim ah, biarlah saja begitu puisi tak pernah merindui penyair kata-kata terus bercinta di kamar terbuka dan beranak-pinak … Lanjutkan membaca dini hari

Warteg, Lesson Learned!

Apa yang Anda pikirkan jika diminta menulis tentang Warung Tegal atau Warteg? Pasti rentang temanya sangat luas. Sosiolog, ekonom, pakar kuliner, aktivis LSM, mahasiswa, pegawai negeri, karyawan perusahaan swasta, buruh pabrik dan lain-lain tentu punya sudut pandang yang berbeda-beda. Bahkan, mahasiswa yang tinggal di tempat kos yang sama pasti punya pengalaman berbeda tentang Warteg, dan … Lanjutkan membaca Warteg, Lesson Learned!

Value Kerupuk dan Latah Hoax

Waktu saya masih bekerja kantoran dulu, banyak teman sekantor penggemar kerupuk. Maka terjadilah kesepakatan para penggemar kerupuk untuk “berjualan” bersama. Maksudnya, pedagang kerupuk yang biasa nitip dagangan di warung makan diminta menaruh sekaleng kerupuk di kantor. Pedagang memberi harga diskon reseller ke paguyuban dadakan pecinta kerupuk, tapi konsumen end-user membeli dengan harga warung, dengan cara … Lanjutkan membaca Value Kerupuk dan Latah Hoax

Menjadi Muslim Taat, Sekaligus Orang Indonesia yang Baik

Belum lama ini, saya mendengarkan seruan agar orang-orang turut berjuang melenyapkan sistem hukum ketatanegaraan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab, menurut penyeru itu, tatanan demokrasi adalah buatan manusia yang bertentangan dengan hukum agama. Meskipun saya tumbuh dari kecil di lingkungan sekolah keagamaan, seruan itu terasa sangat asing bagi saya. Bukan semata-mata karena di … Lanjutkan membaca Menjadi Muslim Taat, Sekaligus Orang Indonesia yang Baik