pancaroba

pancaroba kau lihatkah? musim menyusut di pucuk daun hangat surya membasuh tanah kering dan rumput sisa-sisa padang gembala hanya rindu yang selalu basah pada garpu tala nir nada kau jangan gelisah kalau angin pergi ke gunung atau lembah tak bernama suhu dan udara selalu menyimpan gerak di belakang matahari atau di depan senja kau jangan … Lanjutkan membaca pancaroba

Iklan

dini hari

kuunduh puisi dini hari dari pohonnya ranum marun berkerumun padat kata-kata kujilat kesat rindu lungsur janji luntur amarah megah pongah bertingkah menggagahi cita-cita yang mengejan bertumpu di atas akar belukar menyelisihi fotosintesis dan beberapa butir embun salah musim ah, biarlah saja begitu puisi tak pernah merindui penyair kata-kata terus bercinta di kamar terbuka dan beranak-pinak … Lanjutkan membaca dini hari

Yudhistira Turns To Rock

“Kiara....! Kiara....!” Raungan suara parau rocker gaek Renny Djajoesman mengakhiri pembacaan puisi “Jakarta #69”. Gerak teatrikal pesohor drama senior yang diiringi tafsir melodi-melodi cadas olahan grup musik asal Solo, Soloensis, itu menjadi salah satu suguhan dalam Pentas Puisi Ngerock di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Ahad sore (18/2/2018). Kiara adalah nama cucu pertama Yudhistira ANM Massardi. … Lanjutkan membaca Yudhistira Turns To Rock

Estafet

saat huruf-huruf ini terpasang di dinding hujan februari bernyanyi riang tanah basah berdendang syahdu kopi dingin di gelas masih cukup tiga teguk tak apa, nanti belanja lagi sebab, hidup adalah tentang yang datang dan pergi tentang langkah yang belum selesai tentang gelisah dan gerak juga pertemuan yang terus berbiak torehkan saja niat dan lunasi janji … Lanjutkan membaca Estafet

hujan november (3)

akhir november turun di musim hujan kubiarkan sedari pagi tubuhku meresap ke dalam dingin yang tanpa selimut mungkin karena angin sudah bergegas melupakan embun menghalau rindu menghadang matahari ia menyeringai dan bertanya, “apakah hatimu pernah membara?” “seperti janji?” “atau seperti puisi yang membakar api?” semakin erat kupeluk dingin yang menggigil ia menyeringai dan berkata, “lupakan … Lanjutkan membaca hujan november (3)