Pendidikan formal di sekolah-sekolah telah lama dibajak oleh industri menjadi mesin penghasil tenaga-tenaga kerja yang “profesional”, andal, dan massal. Pada kondisi optimum, mesin dengan cetakan-cetakan standar hanya akan menghasilkan produk-produk standar pula. Produk-produk itu diserut, diampelas, dibentuk agar sesuai dengan standar dalam mesin.

Yang tidak sesuai standar akan tersortir keluar menjadi limbah pendidikan. Ya, betapa tidak berdayanya manusia-manusia faktor produksi di hadapan industri. Dalam cetakan produk massal itu, yang menjadi limbah pendidikan itu selalu mayoritas, sedangkan yang dinyatakan sebagai produk jadi sesuai dengan desain industri selalu marjinal.

Begitulah sesungguhnya konteks terjadinya pengangguran. Sejak awal, manusia memang tidak disiapkan untuk menciptakan industri, tapi untuk masuk menjadi skrup-sekrup mesin industri yang jumlahnya ya tidak pernah sebanding dengan produk-produk massal yang dihasilkan oleh mesin produksi massal bernama sekolah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s